James Derulo's

Portfolio
Akhirakhir ini sebagai seseorang yang melek akan media, saya memperhatikan banyaknya berita berita mengenai LGBT, awalnya saya secara pribadi tidak mengetahui apa maksud dari LGBT itu tapi setelah membaca informasi dari beberapa media, perlahan saya mulai mengerti.
Secara sederhana sebagai seseorang yang memiliki hati Nurani dan beragama saya Tidak Menolak dan Tidak Mengiyakan LGBT. Kenapa ? ada beberapa hal yang dapat menjadi alasan saya dalam menyikapi hal ini.

Yang pertama, berbicara mengenai mengjugle berarti kita berbicara mengenai Hak Asasi Manusia, dan LGBT memang berkaitan dengan HAM. Setiap orang yang terlahir dimuka bumi ini, memiliki HAK untuk dicintai dan mencintai, serta menghormati dan dihormati. Persoalan LGBT adalah persoalan pilihan. Seseorang yang memilih untuk mencintai sesamanya, dan hal tersebut tidak saya persalahkan dalam pandangan HAM. Dan saya sebagai manusia yang berpikir dan terlahir sebagai manusia yang juga memiliki hak dasar yakni menghormati dan dihormati, memilih untuk menghormati mereka yang telah menjatuhkan pilihannya kepada pilihan untuk mencintai sesasamanya.

Yang kedua, sebagai seorang manusia yang memiliki sifat individualis dan memiliki masyarakat, saya berpendapat bahwa selama mereka tidak mengganggu ketenteraman orang lain, maka sah sah saja mereka melanjutkan pilihan mereka, dan selama mereka tidak mencampuri urusan pribadi dari orang lain, kenapa mereka harus dikecam ?

Yang ketiga, adalah saya sebagai manusia yang terlahir beragama, Tuhan yang saya sembah mengajarkan kepada saya untuk saling mengasihi tapi tetap mengingatkan, tanpa harus menjatuhkan sesame umatnya. Kita sebagai seseorang yang diluar mereka selayaknya hanya mengingatkan tidak mengintimidasi mereka, bukan untuk apa apa tapi untuk menghargai ajaran dari Tuhan yang kita sembah.

Yang keempat, pada bagian ini saya sebagai mahluk yang menghormati norma menolak kelakukuan yang dilakukukan oleh LGBT ini, karena telah menyimpang dari kebiasaan yang ada didalam masyarakat.

Dari alasan diatas, saya berkesimpulan bahwa kita sebagai mahluk yang beragama yang mengerti tentang arti menghargai dan dihargai, orang yang mengerti mengenai ajaran saling mengasihi sepatutnya tidak mengintimidasi para LGBT secara berlebihan. Secara sederhana saya menyimpulkan dari diskusi saya tadi bersama beberapa sahabat saya bahwa LGBT adalah penyakit yang membuat seseorang menyimpang dari kebiasaan yang ada dimasyarakat. Dan penyakit bukan untuk di intimidasi tapi untuk di sembuhkan. Disembuhkan dengan caracara yang mencerminkan keTuhanan dan KeManusian kita.

Diluat itu banyak alasan yang membuat mereka memilih untuk LGBT, salah satunya adalah pada saat anakanak mereka mendapatkan pelecehan seksual dari orang dewasa sehingga mereka merasa trauma dan endingnya ikut dengan perilaku menyimpang tersebut. Sehingga kita sebagai seorang yang sadar dengan hal ini, ikut menjaga anakanak disekitar kita agar tak mendapatkan pelecehan seksual dari orang dewasa, agar LGBT dapat terputus dan berkurang sedikit demi sedikit.
Sudah lama tak bersentuhan dengan tombol-tombol ini, terasa aneh, aneh dengan imajinasiku yang tak kunjung bersatu tapi tak apalah aku mencoba untuk menulis.

Ini tentang keanehanku,
Memilih untuk berharap kepada orang yang menyuruhku untuk tak berharap,

Malam itu kukirimkan sebuah pesan mengenai tulisanku yang berjudul " Mencoba Berharap ". Ia, membalas dengan jawaban yang simple " Nda tauka mau bilang apa ", jawaban ini sudah kutebak sebelumnya, lalu kujawab dengan jawaban yang sok dewasa " Ada saatnya, kita tau mau bilang apa :D ", aneh... kedewasaanku tiba-tiba muncul saat itu.

Dia bukanlah orang baru dalam kehidupanku, sudah banyak tulisan yang kutulis tentangnya, tapi malam itu adalah malam yang aneh.. karena baru saat itu aku berani mengirimkannya tulisanku tentangnya.

Malam itu, aku mencoba meyakinkannya bahwa aku akan berharap, dia adalah koleris sejati, sehingga dengan yakinnya iya berargumen bahwa berharap hanya akan mengecewakan, namun aku juga koleris sehingga aku juga yakin bahwa apapun konsekuwensinya aku akan berharap. Dan Koleris ketemu dengan koleris itu aneh...

Bingung dan aneh.............
Tapi aku memilih untuk berharap

`Mawarmerah
Aku mengenangmu, masalalu yang masih ada terus hidup dalam pikiranku,
Hal ini yang membuatku selalu berpikir tentangmu,
Kedewasaan,
Dan kekuatanmu sebagai seorang wanita,
Ajari aku kelak untuk memaknainya !
Previous PostPostingan Lama Beranda