James Derulo's

Portfolio

Taman Kehidupan

Leave a Comment


Saat semua orang sedang berinteraksi dengan orang lainnya
Sejenak aku duduk sendiri diam,
Di hadapan laptop hitam kesayanganku,
Bersama dengan alat elektronik putih merahku.
Aku merenungkan sesuatu,
Sesuatu yang luar biasa dalam proses pencarianku,
Pencarian tentang masa depanku,
Entah apa yang ada dalam benakku
Aku menemukannya pada proses keberhasilanku
Namun ketika ku membanggakannya
Ternyata Tuhan mengutus kabut hitam,
Membuatku tak tau ingin berbuat apa
Aku ingin meninggalkan mimpi itu namun aku tak rela
Aku ingin melanjutkan mimpi itu namun tak ada gunanya
Aku sebenarnya tau bahwa Tuhan mengajarkanku untuk diam
Mengajarkanku untuk berfikir sejenak
Berfikir tentang sebuah kematangan seorang yang berada dalam proses pendewasaan
Aku sebenarnya ingin mewujudkan mimpi itu,
Aku ingin mengapai mimpi itu,
Aku tau bahwa itu adalah mimpi yang sempurna
Dan patut untuk di wujudkan
Namun lagi-lagi tentang kabut hitam itu
Aku tak bisa meninggalkan bungan mawar putih yang sedang menghiasi taman kehidupanku
Aku tak berani menggantinya dengan mawar merah yang baru akan menjadi mimpi baruku
Tapi apakah Tuhan menghadirkannya dalam kehidupanku
Sebagai salah satu jawaban dari do’a-do’aku tentang
Kehidupan yang sebetulnya sempurna ?
Atau Tuhan menghadirkannya, sebagai penguji untuk mawar putih kesayanganku ?
Entah aku tak bisa membaca keadaan ini
Aku tak bisa berfikir dan mencari celah dari keadaan ini
Biarkan aku sendiri
Biarkan aku tetap menjadi air yang terus mengalir
Dan mengairi baik itu mawar merah maupun mawar putih
Karena aku tercipta untuk mengairinya
Biarkan aku terus menjadi mentari
Mentari yang selalu memberi kehidupan
Kehidupan untuk mawar merah dan putih
Dalam taman kehidupanku.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar