Aku kini melewati sebuah lorong sempit di tengah kota itu
Lama aku bergulat didalamnya
Aku tak perna melihat cahaya
Tak perna menyaksikan terbitnya sang fajar
Masa-masa sulit itu kulalui dengan lamunan
Lamunan yang belum terangkai menjadi sebuah senyuman
Aku mulai beranjak dari lorong itu
Aku mulai bangkit dari lamunananku
Aku ingin kembali merangkai kembali hidup yg sempat terhenti
Namun aku tak tau apakah senja masih mengingatku ?
Apaah sang fajar masih menerimaku ?
Aku kembali ingin terbang
Terbang dalam sebuah keterbatasanku
Sekali lagi entah apakah senja masih menerimaku
Fajar masih menginginkanku ?
Entahlah, biarkan aku keluar dan meraih kehidupanku yang
dulu
0 komentar:
Posting Komentar