Malam ini adalah malam 40 kepergianmu,
Kepergian yang menjadi titik awal dari kebahagianmu,
Pertemuan diantara kita begitu singkat,
Tawa, Canda, Tangis, bahwan cekcok,
Sering terjadi diantara kita,
Kita bagai air yang telah bersahabat dengan sungai,
Bagai pohon yang telah bersahabat dengan Burung,
Ketika sungai tak ada air itu akan mengalir kemana ?
Ketika pohon tak ada burung hinggap dimna ?
Seperti itulah aku. Ketika kau sudah kekal abadi disana.
Aku yang rentang tanpamu harus berbuat apa.
Hidup ini memang mengajarkan kepada kita
Arti sebuah pertemuan, dan pastilah juga arti sebuah perpisahan
Pertemuan hanyalah secuil kisah yang mungkin takkan kita ingat,
Namun perpisahan adalah sebongka kisah yang akan
Menggoreskan sebuah tinta perubahan dalam kehidupan ini.
Kau adalah orang yang mengajarkanku untuk selalau tabah,
Selalu berserah kepada sang Haliq,
Selalu menjadi penghibur dikalah kesepianku akan penantian
Kasi sayang dari orang-orang sekitarku,
Kau adalah pelarianku terhadap masalah yang begitu berat
Menghadapi kehidupanku.
Mimpi-mimpi telah kita rencanakan bersama,
Namun kenyataan hidup tak berpihak kepada kita,
Tak berpihak kepada mimpi itu.
Beribu catatan telah terukir,
Setetes air mata tlah kita lalui,
Sebongka kebahagian selalu menghinggapi kita.
Kini kau telah kekal disana,
Telah tersenyum bahagia karena
Begitu banyak orang yang menyayangimu.
TUHAN kini telah menjadi sahabatmu,
Sahabat yang begitu dekat denganmu.
Uh. Hembusan nafas yang masih tak percaya
Kau telah tiada.
Telah pergi, meninggalkan dan menyisahkan,
Kisah-kisah yang engkau telah urai
Dalam perjalanan kehidupanmu.
TUHAN..
Aku bersyukur telah menjadi saksi sejarah
Lahirnya sebuah insan yang memiliki
Hati yang sangat mulia.
Tidak memilih memilah dengan siapa ia bicara,
Dengan siapa ia berinteraksi,
Dan dengan siapa ia bersedekah.
Kini dalam sujudku kuselalu berdo’a
Untuk kehidupanmu disana.
Sambil berharap dapat bertemu lagi denganmu,
Dapat tertawa dan tersenyum lagi dengamu.
Jasad tetap jasad.
Nisan tetap Nisan.
Namun kebaikanmu adalah langkah awal
Untuk terkenang dihati kami,
Dan juga sebagai langka awal untuk keABADIAN !
Kepergian yang menjadi titik awal dari kebahagianmu,
Pertemuan diantara kita begitu singkat,
Tawa, Canda, Tangis, bahwan cekcok,
Sering terjadi diantara kita,
Kita bagai air yang telah bersahabat dengan sungai,
Bagai pohon yang telah bersahabat dengan Burung,
Ketika sungai tak ada air itu akan mengalir kemana ?
Ketika pohon tak ada burung hinggap dimna ?
Seperti itulah aku. Ketika kau sudah kekal abadi disana.
Aku yang rentang tanpamu harus berbuat apa.
Hidup ini memang mengajarkan kepada kita
Arti sebuah pertemuan, dan pastilah juga arti sebuah perpisahan
Pertemuan hanyalah secuil kisah yang mungkin takkan kita ingat,
Namun perpisahan adalah sebongka kisah yang akan
Menggoreskan sebuah tinta perubahan dalam kehidupan ini.
Kau adalah orang yang mengajarkanku untuk selalau tabah,
Selalu berserah kepada sang Haliq,
Selalu menjadi penghibur dikalah kesepianku akan penantian
Kasi sayang dari orang-orang sekitarku,
Kau adalah pelarianku terhadap masalah yang begitu berat
Menghadapi kehidupanku.
Mimpi-mimpi telah kita rencanakan bersama,
Namun kenyataan hidup tak berpihak kepada kita,
Tak berpihak kepada mimpi itu.
Beribu catatan telah terukir,
Setetes air mata tlah kita lalui,
Sebongka kebahagian selalu menghinggapi kita.
Kini kau telah kekal disana,
Telah tersenyum bahagia karena
Begitu banyak orang yang menyayangimu.
TUHAN kini telah menjadi sahabatmu,
Sahabat yang begitu dekat denganmu.
Uh. Hembusan nafas yang masih tak percaya
Kau telah tiada.
Telah pergi, meninggalkan dan menyisahkan,
Kisah-kisah yang engkau telah urai
Dalam perjalanan kehidupanmu.
TUHAN..
Aku bersyukur telah menjadi saksi sejarah
Lahirnya sebuah insan yang memiliki
Hati yang sangat mulia.
Tidak memilih memilah dengan siapa ia bicara,
Dengan siapa ia berinteraksi,
Dan dengan siapa ia bersedekah.
Kini dalam sujudku kuselalu berdo’a
Untuk kehidupanmu disana.
Sambil berharap dapat bertemu lagi denganmu,
Dapat tertawa dan tersenyum lagi dengamu.
Jasad tetap jasad.
Nisan tetap Nisan.
Namun kebaikanmu adalah langkah awal
Untuk terkenang dihati kami,
Dan juga sebagai langka awal untuk keABADIAN !

0 komentar:
Posting Komentar