Aku berdiri
diujung setapak
Dengan
pakaian yang kusam tak bermakna
Bersama
kegelapan yang terus bersamaku
Menerawang
dimensi yang gelap
Kucoba
berjalan mengarungi setapak itu
Tapi Kutak
menemukan sesosok pun
Dalam
perjalanku itu
Aku tak
menemukan apa yang aku cari
Aku tak
menemukan cahaya
Aku tak
menemukan sosok itu
uh. Akupun
berhenti sejenak
Aku
mengambil nafas lalu menghembuskannya
Betapa
nikmat proses itu
Aku mulai
pesimis tak akan menemukan sosok itu
Tapi aku
sudah berkomitmen dengan mimpiku
Aku sudah
berjanji pada cakrawala ini untuk mencarinya
Sosok yang
akan menerangi peradaban ini
Bukan hanya
perdaban ini tapi hidupku juga
Tapi apakah
aku harus berjalan terus melewati setapak ini ?
Tentulah....
Aku mulai
berjalan kembali
Kulangkahkan
kaki-kakiku dengan berlahan
Sambil
berfkir untuk segera menemukannya
Karena aku
sudah lelah, aku sudah tak mampu untk berjalan
Sampailah
aku pada persimpangan
Persimpangan
setapak yang membuatku kembali terhenti
Aku bertanya
aku harus kemana ?
Aku kekanan
atau kekiri ?
Kucoba
mencari jalan lain
Tapi...
Semua jalan
lain tertutup untukku
Aku mulai
menerawang
Aku mulai
berandai-andai
Aku
membutuhkan apa ?
Dan aku
harus kemana
Apa aku
harus menoleh dan berjalan kembali keujung setapak yang tak bermakna itu ?
Tiba-tiba
setapak itu berbisik padaku
“ Kawan, jangan kembali melewatiku.
Pilihlah kanan atau kiri bulatkan tekatmu
Dan jangan perna kembali kepersimpangan ini.”
Baiklah aku
memutuskan untuk melanjutkan perjalananku
Aku menoleh
kekanan lalu kekiri
Uh... aku
kembali menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya.
Aku mulai
beranjak dari setapak itu
Aku berjalan
kearah kanan persimpangan itu
Aku tak mau
menoleh lagi kebelakang
Aku tak mau
menyesal dengan pilihanku ini
Aku berjalan
cukup cepat
Aku
tergesah-gesah
Aku tak
ingin tertinggal oleh cahaya itu
Akhirnya
kuberdiri diujung perjalananku ini
Aku melihat
cahaya,
Cahaya yang
melindas kegelapan yang mengikutiku
Cahaya yang
memberianku permaisuri
Akhirnya
kutemukan dirinya
Kutemukan
sosok yang mampu mebuatku diam Dalam keheningan
Yang dapat
membuatku terhenti sejenak dan mengaguminya
Kini aku
menemukanmu
Bersama
cahaya yang mulai bersatu dengan cakrawala kehidupan ini
Kini kau
bersamaku
Aku tak
ingin semua ini berlalu begitu saja
Aku ingin
kau, aku, dan waktu ini menjadi abadi.
8 Desember 2012
0 komentar:
Posting Komentar