James Derulo's

Portfolio

Berpindah

Leave a Comment


Selasa, 12 Agustus 2014, hari yang mungkin menjadi hari yang bersejarah untuk hidupku. Kenapa ? karena hari ini kuputuskan untuk menetap di kota yang mungkin berbeda dengan tanah kelahiranku. 

Banyak hal baru yang akan kuhadapi di Kota ini. Sebenarnya, kota ini tak asing bagiku, tapi semuanya berbeda dengan kotaku. Perbedaannya terletak dibanyak hal, salah satunya adalah kerinduanku akan kesejukan daerahku dan kecintaanku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kenyamanan. Dan standar kenyamananku, bukan kota ini.
 
Tapi aku berfikir bahwa ketika kita tidak berani keluar dari zona kenyamanan kita, maka kita akan menjadi orang yang tertinggal, bukan hanya tertinggal dalam segi intelektual, tapi juga tertinggal dari segi kepribadian.

Tertinggal dari segi intelektuan mungkin kita bisa ukur dari pemerataan pendidikan yang ada di daerah satu dengan daerah lain, dan faktanya kota ini lebih maju daripada daerahku. Makanya aku diharuskan untuk berpindah, dan itu wajib.

Nah, ketertinggal kedua dari segi kepribadian, hal ini merupakan sesuatu hal yang “mungkin” tak disukai oleh banyak orang, mengapa ? karena harus berinteraksi dengan orang baru, harus kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan bahkan harus memulai dari awal untuk mencari teman. Namun menurutku hal inilah yang paling aku senangi, maklumlah aku anak sosial. Hehe.

Oke kita fokus dengan kata “Kepribadian”, berasal dari kata Pribadi yang saya artikan sendiri, ketika digabungkan menjadi kepribadian saya berasumsi bahwa kata ini bermakna sebagai sikap atau karakter dari seseorang. Ketika kita sangkut pautkan dengan kepindahanku maka kepribadian bermaksud bagaimana menjaga sikap atau karakter yang berasal dari zona nyaman kita untuk diterapkan di lingkungan baru, ketika karakter itu merupakan karakter daerah yang memang berkarakter.

Tidak selamanya harus ada pembaharuan dari perpindahan ketika sebelumnya sudah baik, tidak semuanya harus dimulai dari nol, ketika sudah ada angka sembilan yang sisa dipupuk untuk menjadi sepuluh, dan tak selamanya sepuluh adalah angka kesempurnaan.
```
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar