Detik demi detik terus bergulir,
Sebuah kisah terus tertoreh,
Dari sebuah kesederhanaan sampai menakjubkan,
Katanya kisah ini adalah kisah anak desa yang
menuju sukses,
Lahir dari rahim minoritas
Di besarkan oleh minoritas
Namun kita telah bergaul dengan mayoritas
Tak banyak yang menyangka
Tak banyak yang menduga
Segelintir orang masih saja meremehkan
Tapi tongkat takdir Tuhan telah tertegakkan
Kini 18 tahun telah menghampiri
Kedewasaan adalah do’a yang banyak
terpanjatkan
Sukses adalah minoritas do’a yang terukir
Namun tidak sedikit yang menitipkan Tuhan
dalam harapannya
Catatan-catatan kehidupan satu persatu mulai
bersahut
Menceritakan pengalaman demi pengalaman 18
tahun ini
Ketika harus memutuskan berhenti ditengah
jalan,
Ketika harus terus bermimpi,
Ketika dicemooh banyak orang,
Ketika dicacih oarang-orang diluar sana,
Ketika semuanya cemooh dan cacian itu harus
ditepiskan,
namun
tidak sedikit umbaran senyum terukir 18 tahun ini
Dari silih berganti orang-orang yang
menyayangi,
Dari kisah kesuksesan meraih secercah mimpi,
Dari sebuah kisah pengorbanan dan pengabdian
Dari kisah mencari Tuhan
Semuanya adalah gambaran 18 tahun ini
Putih abu-abu kini telah berada diujung
Maha-SISWA kini menanti untuk ditapaki
Pikiran kini bergejolak,
Mencari arti sesungguhnya dari semua ini.
Bersyukur bersyukur dan bersyukur
Adalah kata yang paling pantas untuk kuucapkan
Dan mungkin wajib untuk kuucapkan
Terimakasih Tuhan
Engkau menghadirkan banyak kisah, banyak
cerita, dan mimpi
Untuk kutapaki dan kujadikan kenyataan kini dan kelak.
“ Terima
kasih untuk semua orang yang telah menuntun kehidupanku.... Ibunda Tercinta
NURAENI, Bapak tercinta SULTAN. P, Kakak sang inspirasi ZULFADLI SULTHAN, serta orang-orang yang mengenal dan kukenal "
0 komentar:
Posting Komentar