Siang itu,
Disaat kami sedang berbincang-bicang,
Aku sebagai seorang yang dituakan
Tak perna menyangka akan mereka
mengungkit permasalahan itu.
Kala aku duduk didepan mereka
Akupun mulai membuka diskusi itu
Bersama dengan remaja-remaja
lainnya yang masih berumuran 15-17 tahun
Aku memulainya dengan bertanya kepada
mereka
Menurut kalian, Apa permasalahalan yang
dihadapi masyarakat saat ini ?
Mereka mulai menyerangku dengan
berbagai permalahan.
Tapi aku tertarik dengan satu
permasalahan yang dikeluarkan oleh adek kelasku
Dia mengatakan “kak, memang bantaeng
itu cantik, pembangunan luar biasa, tapi masih banyak masyarakat yang
miskin...”
Sebelum selesai adek kelasku yang lain
langsung menyambungnya “ iya kak, bukan hanya itu, pendidikan dibantaeng
juga ndak diperhatikan kak..”
“.. kata lainnyaka’ kulitnyaji
dipermak, dalamnya ? tdak sama sekali...” sambung
yang lain.
Aku bingung, apa yang harus aku katakan
kepada mereka.
“ kak. Itu perbangunannya bantaeng to’
kak, orang yang berada diatasji yang nikmatikii..”
Aku kembali berfikir,
Aku kembali terdiam,
Aku mulai mengelolah kata-kata mereka.
Ku tarik nafasku lalu aku berkata
... benar dek, saat ini bantaeng hanya
maju dari segi pembangunannya hanya “kulit luar”nya saja yang dipermak
sedangkan dalam-dalamnya tidak...
Setelah itu aku mulai membuka fikiran
mereka
“.. apa bukti kalian bahwa bantaeng
hanya maju dari segi pembangunannya ?..”
Mereka hening sejenak
Mereka nampak mulai gelisah takut tak
dapat membuktikan perkataannya
Tiba-tiba aku mendengar suara kecil
dari mulut mungil adek kelasku
“.. itu eh kak, masih ada pemulung..”
“.. masih belum rata fasilitas
pemdidikan, kak...”
Kembali aku mencernah kata-kata
mereka
Sejenak aku menerawang pengalamanku
Ternya iya... memang benar
Ekonomi bantaeng belum begitu berpihak
kepada mereka para pemulung
Pendidikan bantaeng belum berpihak
kepada kami
Kami para penerus bangsa
Penerus perjuang mereka
Para elit di Boetta kalasukangku.
Inilah kami dan tanggapan kami tetang
Boetta kalasukang gitte’ngase’.
0 komentar:
Posting Komentar