James Derulo's

Portfolio

Obrolan Remaja

Leave a Comment


Siang itu,
Disaat kami sedang berbincang-bicang,
Aku sebagai seorang yang dituakan
Tak perna menyangka akan mereka mengungkit permasalahan itu.
Kala aku duduk didepan mereka
Akupun mulai membuka diskusi itu
Bersama dengan  remaja-remaja lainnya yang masih berumuran 15-17 tahun
Aku memulainya dengan bertanya kepada mereka
Menurut kalian, Apa permasalahalan yang dihadapi masyarakat saat ini ?
Mereka mulai menyerangku dengan berbagai permalahan.

Tapi aku tertarik dengan satu permasalahan yang dikeluarkan oleh adek kelasku
Dia mengatakan “kak, memang bantaeng itu cantik, pembangunan luar biasa, tapi masih banyak masyarakat yang miskin...”
Sebelum selesai adek kelasku yang lain langsung menyambungnya “ iya kak, bukan hanya itu, pendidikan dibantaeng juga ndak diperhatikan kak..”
“.. kata lainnyaka’ kulitnyaji dipermak, dalamnya ? tdak sama sekali...” sambung yang lain.
Aku bingung, apa yang harus aku katakan kepada mereka.
“ kak. Itu perbangunannya bantaeng to’ kak, orang yang berada diatasji yang nikmatikii..”
Aku kembali berfikir,
Aku kembali terdiam,
Aku mulai mengelolah kata-kata mereka.

Ku tarik nafasku lalu aku berkata
... benar dek, saat ini bantaeng hanya maju dari segi pembangunannya hanya “kulit luar”nya saja yang dipermak sedangkan dalam-dalamnya tidak...
Setelah itu aku mulai membuka fikiran mereka
.. apa bukti kalian bahwa bantaeng hanya maju dari segi pembangunannya ?..”
Mereka hening sejenak
Mereka nampak mulai gelisah takut tak dapat membuktikan perkataannya
Tiba-tiba aku mendengar suara kecil dari mulut mungil adek kelasku
“.. itu eh kak, masih ada pemulung..”
“.. masih belum rata fasilitas pemdidikan, kak...”
 Kembali aku mencernah kata-kata mereka
Sejenak aku menerawang pengalamanku
Ternya iya... memang benar
Ekonomi bantaeng belum begitu berpihak kepada mereka para pemulung
Pendidikan bantaeng belum berpihak kepada kami
Kami para penerus bangsa
Penerus perjuang mereka
Para elit di Boetta kalasukangku.
Inilah kami dan tanggapan kami tetang Boetta kalasukang gitte’ngase’.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar